Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak bisa dipisahkan. kearifan lokal ini masih terjaga oleh masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia seperti DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penulis mengambil 6 contoh kearifan lokal yang masih terjaga dan telah adanya upaya dari pemerintah untuk melestarikannya.
1. DKI Jakarta
Ondel-Ondel
Ondel-Ondel merupakan salah satu kesenian Betawi yang bentuknya seperti boneka raksasa. Ondel-Ondel ini salah satu bagian warisan kebudayaan di Indonesia khususnya di DKI Jakarta. Pemerintah telah mengupayakan agar Ondel-Ondel ini masih tetap terjaga. Walaupun fungsi dari ondel-ondel telah berganti.
Sejak zaman dahulu fungsi ondel-ondel ini digunakan untuk pengusir bala tapi saat ini fungsinya sebagai penghibur pesta-pesta rakyat atau penyambutan tamu terhormat dan lain sebagainya. Ondel-Ondel termasuk kedalam kearifan lokal. Dibuktikan dari ciri-ciri nya yang memiliki kesamaan dari bagian kearifan lokal yaitu:
Adanya keterkaitan dengan budaya atau masyarakat tertentu.
Keterkaitan budaya disini terlihat dari fungsi Ondel-Ondel sejak zaman dahulu yaitu sebagai penolak bala. Di Indonesia sendiri sangat mempercayai sekali keadaan mistis seperti itu. Jadi tidak heran apabila ondel-ondel ini termasuk kedalam salah satu bentuk kearifan lokal supranatural dan keterampilan lokal. Keterampilan lokal disini terlihat bahwa masyarakat DKI Jakarta sangat mempertahankan sekali ondel-ondel. Selain itu, masyarakat DKI Jakarta menggunakan keahliannya dalam membuat ondel-ondel yang nantinya akan dikirimkan ke berbagaimacam pesta yang diadakan oleh Pemerintah. Seperti saat diadakannya Festival Ondel-Ondel se-Jabodetabek selama 2 hari di halaman Eks Gedung Makodim, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu 24/10/2017.
Bersifat lokal dan diungkapkan dalam bahasa setempat.
Bersifat lokal disini terlihat dari nama Ondel-Ondel itu sendiri. Diungkapkan dalam bahasa setempat karena nama “Ondel-Ondel” hanya ada di wilayah DKI Jakarta khususnya Betawi.
Seringkali sulit mengidentifikasikan pencipta asalnya.
Ondel-ondel sudah ada sejak sebelum tersebarnya agama Islam di Pulau Jawa. Jadi, untuk mengidentifikasikan siapa penciptanya, siapa yang pertama kali mengenalkan nya sangat sulit. Karena saat itu Indonesia menjadi pusat para pedagang yang singgah untuk memperkenalkan agama yang dianutnya.
Dinamis
Proses dalam memperkenalkan Ondel-Ondel sangat mudah. Karena saat itu masyarakat Betawi mempercayai adanya hal-hal mistis. Selain itu, Ondel-Ondel saat ini berkembang dan memiliki perbedaan dari zaman dahulu. Seperti fungsinya yang berubah, aksesoris yang dikenakan Ondel-Ondel, proses pembuatannya, dan upacara sebelum dimainkannya Ondel-Ondel.
a. Kebaya Encim
Menurut Situs Pemprov DKI Jakarta, kebaya encim adalah busana Betawi yang biasa dipakai oleh none mantu dalam acara pernikahan adat Betawi. Pada mula nya kebaya Betawi hanya diperuntukkan golongan nyai-nyai. Karena harganya yang terbilang mahal dan masyarakat Betawi yang lemah ekonominya tidak mampu membelinya. Sehingga kebaya sencim sendiri menjadi simbol status sosial masyarakat.
Saat ini, penggunaan kebaya encim tidak lagi menunjukkan status sosial. Karena kebaya encim sudah bisa dibeli oleh beberapa kalangan. Bahkan kebaya encim menjadi sangat dibutuhkan saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengatakan bahwa penggunaan kebaya encim diwajibkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) . Selain itu, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan siswa/siswi nya mengenakan kebaya encim. Dengan adanya perubahan seperti itu, kebaya encim memiliki fungsi sebagai pembangunan ekonomi khususnya bagi para penjual kebaya di DKI Jakarta.
Kebaya encim sendiri termasuk kedalam kearifan lokal yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Adanya keterkaitan dengan Budaya/masyarakat tertentu
Indonesia memiliki beraneka ragam budaya, suku, adat, dan agama. Salah satu contoh dari beranekaragam budaya yaitu bahwa setiap daerah memiliki pakaian tradisional yang berbeda-beda. Salah satunya ialah Kebaya Encim dari Betawi. Kebaya encim sendiri memiliki keterkaitan dengan kebudayaan Indonesia khususnya di Jawa Barat. Kebaya juga ditetapkan sebagai kostum nasional oleh Presiden Soekarno. Karena, kebaya dianggap paling ideal untuk mencerminkan keanggunan sosok wanita Indonesia.
Dinamis
Kebaya yang dahulunya hanya digunakan untuk none mantu Tionghoa. Sekarang berubah dan memiliki perkembangan yakni bahwa kebaya encim berhak dikenakan oleh siapa saja tanpa melihat status sosialnya.
Kebaya Encim termasuk kedalam bentuk kearifan lokal yang memiliki keterampilan lokal. Keterampilan lokal disini terlihat dari adanya fungsi kebaya untuk menciptakan pembangunan ekonomi khususnya bagi penjual kebaya di DKI Jakarta. Dengan adanya pembelian secara banyak maka penjual kebaya akan menambah modalnya dari keuntungan yang ia ambil.
b. Lenong
Lenong merupakan sebuah pertunjukan seni asli dari Betawi. Sebelum di mulai nya pertunjukkan Lenong biasanya dilakukan upacara khusus yang disebut ungkup. Ungkup ini berisikan pembacaan doa dan pembawaan sesajen.
Lenong merupakan bentuk keterampilan lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat Betwai. Terbukti dengan dibuatnya sebuah gerakan yang disebut Gerbang Betawi. Gerbang Betawi ini berfungsi sebagai agen perubahan (agent of change) atas pola pikir, perilaku, dan pola rasa. Selain itu Gerbang Betawi ini menciptakan sumberdaya manusia dengan intelektualitas, prefesionalitas dan moralitas. Pelestarian ini didukung juga oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. Dukungan ini diberikan saat Grand Launching Gerbang Betawi pada tanggal 29 Oktober 2017 pukul 15.30-17.45 bertempat di Hotel Grand Cempaka.
Bukan hanya termasuk kedalam bentuk keterampilan lokal saja, pertunjukkan lenong juga memiliki ciri-ciri kearifan lokal yaitu:
Adanya keterkaitan dengan budaya/masyarakat tertentu.
Keterkaitan budaya disini karena Indonesia sangat menjungjung adanya sastra dan seni. Selain itu, masyarakat Betawi sejak masa kolonial sampai sekarang menjadi pintu atau corong perdagangan yang lebih mudah terjadinya penyerapan budaya.
Jangka waktu pengembangan yang cukup lama.
Lenong pada awal pertumbuhannya dikembangkan oleh masyarakat Cina dan dapat diramu oleh masyaarakat Betawi dan menjadikannya sebuah kekayaan dan kebudayaan di Betawi. Jika ditelaah, kesenian ini menunjukkan kehidupan sehari-hari masyarakat Betawi. Sebelum menjadi pertunjukan lenong , dahulunya lenong merupakan teater tutur gambang rancak menjadi teater peran sehingga terbentuklah lenong.
Bersifat lokal dan diungkapkan dalam bahasa setempat.
Bersifat lokal karena memang pertunjukan lenong ini hanya ada di DKI Jakarta khususnya Betawi. Nama lenong sendiri merupakan sebutan dalam bahasa setempat di wilayah DKI Jakarta.
Diciptakan melalui proses yang unik dan Sering sekali sulit mengidentifikasikan pencipta asalnya.
Walaupun Lenong dikembangkan oleh masyarakat China, tapi Lenong sendiri masih sangat sulit mengidentifikasikan pencipta asalnya. Sebab lenong merupakan salah satu bentuk akulturasi yang diramu oleh masyarakat Betawi. Selain itu, lenong diciptakan melalui proses yang unik. Sehingga terbentuklah suatu kebudayaan yang menjadi kearifan lokal di Betawi.
Diciptakan secara turun-temurun
Lenong memang sudah ada sejak zaman dahulu. Sampai sekarang pertunjukan Lenong ini masih sering ditampilkan khususnya di DKI Jakarta.
2. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)
a. Kampung Cyber
Kampung Cyber merupakan salah satu kampung yang berada di Jogja. Dikampung ini semua warganya telah melek tekhnologi. Tiap-tiap rumah telah terpasang jaringan internet. Di pos ronda pun terpasang layanan hotspot. Bukan hanya itu, dengan meleknya tekhnologi warga Kampung Cyber mendirikan situs yang didalamnya terdapat produk kerajinan tangan dan toko online warga Kampung Cyber. Nama situs yang digunakan oleh warga Kampung Cyber senidiri ialah www.rt36kampoengcyber.com.
Kampung Cyber termasuk kedalam kearifan lokal karena di kampung Cyber berkembang secara dinamis. Mengapa dikatakan dinamis? Sebab, disana telah terjadi perubahan yang menguntungkan bagi masyarakatnya. Perubahan ini berkembang dan diikuti oleh semua warga di Kampung Cyber. Perubahan ini memanfaatkan tekhnologi untuk menunjang aktivitasnya terutama dalam pembangunan ekonomi. Sehingga kabar Kampung Cyber melek tekhnologi telah mendunia.
b. Sistem Budidaya Surjan
Sistem budi daya surjan (atau sistem surjan saja) adalah salah satu sistem pertanaman campuran yang dicirikan oleh perbedaan tinggi permukaan bidang tanam pada suatu luasan lahan. Dinamakan sistem budi daya surjan karena penanaman yang dilakukannya sesuai musim.
Sistem Budidaya Surjan juga memiliki tahap-tahap yang membedakan dengan sistem budaya pertanian yang lainnya. Sehingga sistem budi daya surjan termasuk kedalam salah satu kearifan lokal dan termasuk juga kedalam keterampilan lokal. Karena masayarakat disana menggunakan kemampuannya dalam melestarikan sistem budi daya surjan. Keterampilan itu digunakan bukan hanya untuk melestarikan tetapi untuk mengembangkan ekonomi di daerah tersebut. Dikatakan kearifan lokal karena sistem budi daya surjan memiliki ciri-ciri nya sebagai berikut:
Bersifat lokal dan diungkapkan dalam bahasa setempat
Bersifat lokal disini karena dalam penanmannya terdapat proses yang bersifat lokal salah satunya polikultur dan guludan beralur. Nama polikultur dan guludan beralur hanya diungkapkan dalam bahasa setempat.
Bersifat turun temurun
Setiap masyarakat di Jogja menggunakam sistem penanaman surjan. Dikatakam bersifat turun-temurun karena memang sistem budi daya ini masih digunakan sampai sekarang.
c. Gudeg
Gudeg merupakan makanan khas dari daerah Jogja. Gudeg juga sudah termasuk ikon di kota Jogja. Gudeg terbuat dari Nangka muda (nangka) yang direbus selama beberapa jam dengan gula kelapa serta santan. Pada penyajiannya, Gudeg biasa di lengkapi dengan nasi putih, ayam, telur rebus, tahu atau tempe, dan rebusan yang terbuat dari kulit sapi segar atau lebih dikenal dengan nama sambal goreng krecek.
Gudeg juga termasuk kedalam salah satu kearifan lokal dan termasuk kedalam bentuk keterampilan lokal. Bentuk keterampilan lokal disini terlihat dari masayarakatnya yang menjaga kelestarian rasa serta penyajia gudeg. Selain itu masyarakat menggunakan kemampuannya dalam mengelola makan khas kota Jogja serta mengembangkannya sehingga membantu perekonomian setiap warga yang membuka rumah makan yang menyajikan makanan khas kota Jogja. Dikatakan kearifan lokal karena memang gudeg memiliki ciri-ciri yaitu :
Bersifat turun-temurun dan dinamis
Dikatakan turun-temurun karena memang gudeg sudah ada sejak jaman dahulu dan sampai saat ini masih tetap ada. Saat itu gudeg hanya terdapat gudeg basah tapi saat ini sudah ada berbagai macam pengolahan gudeg. Pengolahan ini di racik oleh beberapa orang sehingga menjadi makanan pavorit yang di cari oleh masayarakat. Bukan hanya masyarakat Jogja saja tapi para turis pun mengakui akan kelezatan gudeg Jogja. Gudeg yang dahulunya hanya makanan tradisional dan diketahui oleh sebagian masayarakat tapi saat ini gudeg telah berkembang dan mendunia.
Sulit sekali mengidentifikasikan penciptanya.
Walaupun sudah ada sejak jaman dahulu tapi makanan ikon Jogja ini sulit diidentifikasikan siapa penciptanya.Banyak yang mengatakan bahwa dahulu gudeg ini dibuat oleh seorang prajurit tapi kabar tersebut belum membuktikan kebenarannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kearifan Lokal di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta
Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak bisa dipisahkan. kearifan lokal ini masih terjaga oleh masyarakat di...
-
Resensi Novel Judul : Kan Kugapai Cintaku di Dunia yang Kekal Identitas Buku 1. Judul : Mencari Cinta yang Hilang 2. Pengarang : Abdu...
-
Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak bisa dipisahkan. kearifan lokal ini masih terjaga oleh masyarakat di...
Habanero Chili - The Best Sauce - AGO Games 토토토토토토토 코인카지노 코인카지노 12bet 12bet 메리트카지노총판 메리트카지노총판 28Buyer of the Month: 먹튀 토비아 토비아 토비아
BalasHapus