Resensi Novel
Judul : Kan Kugapai Cintaku di Dunia yang Kekal
Identitas Buku
1. Judul : Mencari Cinta yang Hilang
2. Pengarang : Abdulkarim Khiratullah
3. Penerbit : Republika
4. Tahun terbit :2008
5. Tebal halaman : 286
6. Harga : -
Kepengarangan :
Abdulkarim Khiratullah adalah nama pena dari Satria Rasyid, lahir di Bukittinggi, 3 April 1982. Setelah lulus SDN 18 Gurun Panjang, Bukittinggi , melanjtkan ke MTsN 1 (Model) Gulai Bancah, dilanjutkan ke MAKN (dahulu bernama MAPK) di Kota Baru. Sekarang menempuh pendidikan di Qismy Syari’ah di LPIA (Lembaga Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab), Jakarta.
Mencari Cinta Yang Hilang adalah karyanya yang pertama dan berhasi diterbitkan di Republika. Beliau bisa di hubungi via phone : 0813 1488 3085 atau email: elislam_lipia@yahoo.com
Sinopsis :
Terlahir dari keluarga sederhana dengan seorang ibu yang begitu menyayangi. Ya fauzi, dia adalah sosok anak laki-laki yang berbakti pada ibunya. Ia selalu membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah. Fauzi adalah sosok anak laki-laki yang shaleh dengan ketaatnya kepada Yang Maha Kuasa serta kecintaannya kepada ibunya. Setiap hari dia selalu pergi ke rumah Buya Abdullah hanya untuk mencari ilmu agama. Karena hanya kedekatan dengan Tuhan lah yang mampu memberikannya secercah cahaya. Ia bermimpi untuk pergi dan melanjutkan pendidikannya ke Universitas Di Jami’ah Al-Imam Muhammad Ibnu Saud, tepatnya di Riyadh Arab Saudi. Mimpi itu sempat ia urungkan karena ia tidak ingin membebani ibu dan Mak Palito. Tetapi, karena kegigihan dan keputusan ibunya lah ia mampu pergi dan melanjutkan mimpinya untuk menjadi sarjana di Jami’ah Al-Imam Muhammad Ibnu Saud. Disana dia bertemu dengan banyak orang yang menyayanginya serta ia mampu mendapatkan beasiswa yang akan mengurangi beban ibu nya.
Ia tak ingin mengecewakan apa yang telah diberikan oleh ibu yang dicintainya. Fauzi selalu mendengar perkataan ibunya bahwa ketika kita mempunyai mimpi, maka mimpi itu harus ia raih. Satu hal yang pasti, bahwa jangan pernah kamu berkomitmen dengan seseorang karena itu lah yang akan menghancurkan mu. Oleh karena itu, ia selalu menghindari kata Pacaran.
Selama 6 tahun ia tinggal di sana. Saat ini, ia sedang melanjutkan pendidikan S2 Sarjananya. Berbagai macam cobaan yang diberikan Allah SWT mampu ia lewati. Ia mampu merubah pemikiran Tuan Baharuddin, mengurangi penderitaan Riri( Seorang gadis yang malang), menyadarkan kepada teman-temanya bahwa kita tidak boleh melihat seseorang dari luarnya, dan pemikiran-pemikiran yang selalu mengganggunya.
Karena ketaatnya kepada Allah, ia dilamar oleh ayahnya (seorang laki-laki yang telah ia anggap ayah sendiri) untuk dijadikan Suami untuk anaknya yang bernama Rahima. Rahima adalah seorang wanita yang mampu menjaga kehormatannya, harga dirinya. Fauzi tidak menyangka dengan apa yang dikatakan ayahnya tersebut. Ia seperti tertimpa sebuah bangunan yang membuatnya tak bisa berkata apa pun. Tetapi, ayahnya memberikan waktu untuknya. Saat ia menerima lamaran ayahnya, ia harus datang saat kepulangan beliau, Rahima dan Bu Salma ke Bukittinggi karena saat ini beliau dan keluarga sedang menunaikan ibadah haji begitupun dengan Fauzi.
Akhirnya saat kepulangan mereka , ia mampu menjawabnya dengan pemikiran yang sudah masak. Karena ia yakin akan petunjuk yang diberikan oleh Allah dalam shalat Istikharah nya. Ia menerima lamaran tersebut, dan ia siap untuk menjadi suami yang baik bagi Rahima. Begitupun Rahima, ia pun siap untuk menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak dalam kehidupannya bersama Fauzi. Tetapi, rencana itu tidak mudah untuk dilakukan. Karena pertentangan adat yang melarang pernikahan Fauzi dengan Rahima. Pertentangan adat yang masih masyarakat Minangkabau junjung hingga saat ini. bahwa ketika ada seorang wanita dan laki-laki yang akan merencanakan pernikahan tetapi sukunya sama. Maka, pernikahan itu tidak diperbolehkan disana. Walaupun dalam agama tidak mempermasalahkan hal tersebut, tetapi dalam adat Minangkabau pernikahan dengan suku yang sama tidak diperbolehkan. Akhirnya rencana tersebut dibatalkan.
Karena kekecewaannya pada keputuasan Naniak-mamak, akhirnya Fauzi pergi dari Minaangkabau menuju Jakarta hanya untuk menenangkan pikirannya. Disana ia melepaskan kepenatannya dengan cara beribadah yang khusyu kepada Allah SWT semata. Tak lama kemudian, Rahima memberikan surat untuk Fauzi. Disana tertera bahwa Rahima akan dipersunting oleh laki-laki yang tidak dicintainya. Rahima bingung dan merasa bahwa ia tidak akan bahagia bersama laki-laki tersebut. Tetapi, dalam surat balasan dari Fauzi ia meyakinkan bahwa Rahima tidak boleh seperti itu. apapun yang telah terjadi, ia harus mampu menerimanya. Karena dibalik semua itu, akan ada hikmat tersembunyi yang Allah berikan. Akhirnya Rahima menerima dan menikah dengan laki-laki yang tidak dicintainya.
Fauzi pun menorehkan kisah percintaannya dalam sebuah coretan yang akan selalu dikenang oleh nya dalam buku yang Insya’alah diterbitkan. Akhirnya impian itu Allah kabulkan melalui penerbit yang mempercayai untuk karyanya dibukukan. Fauzi pun menerima tawaran tersebut.
Setelah menerima tawaran, ia diberikan kabar bahwa Rahima sedang terbaring di rumah sakit. Ia tersontak kaget akan hal itu. akhirnya ia memutuskan untuk menjenguk Rahima. Ia melihat, Rahima sedang terbaring dengan bantuan oksigen yang menutupi hidung dan mulutnya. Sungguh, Fauzi merasa bersalah. Dokter mengatakan bahwa Rahima mengalami tekanan batin yang begitu luar biasanya. Dalam suratnya, bahwa ia masih tidak bisa menerima pernikahan ini dan ia masih menyimpan perasaan cintanya kepada Fauzi yang telah lama ia nantikan selama 6 tahun. Rahima masih menutupkan matanya sudah 1 minggu ia seperti itu. Akhirnya suaminya menceraikan Rahima karena ia tahu begitu dahsayatnya cinta Rahima kepada Fuzi. Akhirnya fauzi pun mencoba untuk memegang tangannya dan menceritakan semuanya pada Rahima mengenai cintanya, percerain yang Rahima yang nantinya Fauzi lah yang akan mendampinginya dalam kehidupan ini. Tak lama kemudian, Rahima pun meneteaskan air matanya walaupun masih terpejam dan tangannya mulai bisa bergerak. Rahima pun tersadar dari komanya selama 1minggu lebih itu. Akhirnya ia menceritakan bahwa ia telah dijemput oleh seorang berbaju putih dan ia menyuruh Rahima untuk berpamitan kepada keluarganya sebelum Rahima pergi meninggalkannya. Rahima mengatakan dalam suratnya tidak apa-apa jika cinta kita tidak bersatu di dunia ini. Insya”Allah cinta kita akan bersatu diakhirat yang kekal kelak.
Telaah / Analisis :
Keunggulan :
1. Bahasa mudah dipahami, sehingga pembaca tidak binggung saat membacanya. Selain itu, pembaca seperti terbawa dalam cerita tersebut.
2. Penggambaran tempat sesuai dengan aslinya, tidak mengada-ngada serta dapat terbayangkan seperti apa tempat yang dijelaskan dalam cerita.
3. Ada beberapa kata yang diberikan penjelasan
4. Terlihat sederhana tetapi tersentuh dari kisah yang diceritakannya
5. Terdapat banyak sekali motivasi serta kata-kata indah yang membawa pembaca tersentuh. Seperti :
a. “Cinta jikalau sudah menemukan tempat bersemayamnya, ia akan menjadikannya indha. Jika menempati tanah yang gersang, ia akan menjadikan subur. Jika ia berada diatas api yang membara, ia akan memadamkannya. Jika berada di lautan , ia akan menjadikan airnya tawar. Jika berada di medan pertempuran, ia akan mendamaikannya. Begitulah kedahsayatan cinta.”
b. “Cinta memiliki makna yang dalam, indah dan agung. Tak ada kata-kata yang mampu melukiskan keindahan dan keagungannya. Hakikat cinta tidak dapat ditemukan , selain dengan segenap kesungguhan pengamatan dan penjiwaan. Cinta tidak dimusuhi oleh agama dan tidak dilarang oleh syariat-Nya. Cinta adalah urusan hati, dan hati adalah urusan ilahi .. “
Kekurangannya :
1. Masih ada beberapa kata yang tidak diberikan penjelasannya. Salah satunya Bundo Kanduang.
2. Cerita yang dituliskan lebih kepada perjalanan impiannya. Bukan kepada judul yang tercantum dalam buku tersebut. Walaupun lebih kepada perjalanan impian, maksud dari judul tersampaikan dengan jelas.
Terimakasih, wassalamu’alaikum.
Langganan:
Komentar (Atom)
Kearifan Lokal di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta
Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak bisa dipisahkan. kearifan lokal ini masih terjaga oleh masyarakat di...
-
Resensi Novel Judul : Kan Kugapai Cintaku di Dunia yang Kekal Identitas Buku 1. Judul : Mencari Cinta yang Hilang 2. Pengarang : Abdu...
-
Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak bisa dipisahkan. kearifan lokal ini masih terjaga oleh masyarakat di...